Melihat kiprah pemuda dalam kegiatan di Prawirodirjan ada suatu naik turun semangat dalam menjalankan kegiatan. Pemuda Prawirodirjan mempunyai karakter yang sulit dipahami. Dengan melihat banyaknya pemuda pengangguran dan putus sekolah sangat menyedihkan dan memprihatinkan saat berhadapan langsung dengan mereka. Satu sisi mereka butuh pemasukan financial tapi satu sisi sulit untuk mengajak mereka kearah produktivitas. Telah banyak pelatihan dan pendampingan menuju kemandirian dan produktivitas aktivitas pemuda, namun sering kali pendampingan maupun pelatihan menuju produktivitas dan kewirausahaan terkendala dengan sikap kemalasan. Hal ini memang banyak program yang kurang selektif dalam memilih peserta ataupun anggota dalam pengembangan produktivitas aktivitas pemuda.
Dalam jangka waktu 4 tahun Prawirodirjan akan mempunyai keunggulan dalam kepemudaan. Di mana kegiatan ini lebih mengarah dan pada produktivitas aktivitas kegiatan.
1. Penjaringan kader potensial di tingkat RW
Langkah ini sangat setrategis di mana kader-kader potensial ini perlu kita rangkul. Karena selama ini banyak program pengentasan pengangguran yang kurang mengena disebabkan perekrutan pelatihan dan pembekalan bahkan permodalan hanya melihat status pemuda yang pengangguran tetapi tidak melihat aspek kejiwaan dan social. Sehingga banyak pengangguran yang tidak mempunyai semangat kerja malah direkrut dan diberi permodalan yang akhirnya bantuan tersebut hanya habis. Dengan cara penjaringan ini akan menjadi solusi termudah. Dan mereka yang terjaring menjadi pioner di RW masing-masing
2. Pembekalan dan Pelatihan Kader
Setelah penjaringan kader potensial maka mereka perlu dibekali dengan keahlian tertentu susuai dengan potensi RW masing-masing sehingga mereka siap untuk mengembangkan daerahnya. Pelatihan itu biasa berupa ketrampilan kewirausahaan maupun ketrampilan lainya.
3. Membentuk Kelompok-kelompok Aktivitas Produktivitas Pemuda di Tiap RW
Program Karang Taruna akan lebih mengakomadasi kegiatan yang ada di RW. Sehingga pemuda RW dituntut untuk aktif dan produktif. Karang Taruna hanya akan sebagai koordinatif segala kegiatan pemuda RW.
4. Memberi Tempat atau Ruang untuk Menampung Karya Pemuda
Dengan telah adanya terbelinya rumah di barat Kantor Kelurahan nantinya semua karya dari warga bisa didisplay untuk memancing konsumen.
5. Promosi Hasil Karya Pemuda
Promosi hasil karya sudah dilakukan dengan banyaknya pengusaha muda mengikuti pameran dan lomba. Terutama sejak tahun 2002 sampai sekarang sudah ada 7 pemuda yang mengikuti Pertukaran/Bakti Pemuda Antar Propinsi. Sehingga pemuda-pemuda tersebut sekaligus mempromosikan hasil kerajinan ke luar daerah.
Untuk bidang lingkungan, Karang Taruna juga telah mengadakan pelatihan pengelolaan dan pengolahan limbah/sampah, termasuk pelatihan bioetanol. Dengan pencanangan Taruna Peduli Lingkungan dan pelatihan bioetanol warga melalui ketua-ketua RW sangat tertarik dan meninginkan adanya industri bioetanol dengan memanfaatkan limbah buah. Namun program ini terkendala dengan dana pengadaan peralatan. Karang Taruna juga membuka jasa pembuatan biopori.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar